19.00 WIB
rasanya baru kemarin diserang susah tidur
dibombardir dengan paradigma tentang dirinya
dibuat pusing menelusuri labirinnya
dan dijungkir namun lupa ia balikkan
rasanya baru sejam yang lalu ditampar tawa
terkikik tak kenal henti dengan dirinya
membahas apa yang ada dalam 24 jam setiap harinya
gue memang banyak diam. diam-diam dihanyutkan
terbawa arus oleh ceritanya. oleh caranya bercerita
bukan karena tawanya yang meledak-ledak seperti molotov
bukan juga semata-mata karena bahasa tubuhnya yang ia kerahkan
namun gue selalu suka. suka dengan ceritanya. suka dengan dirinya
engga ada yang berubah
dari dulu hingga bumi ini berevolusi 3 kali
gue (hampir) selalu ada buat dia dan sebaliknya
tanpa ada udang dibalik batu
tanpa ada tipu muslihat
semua berjalan dengan baik
sebaik matahari yang mau berganti shift dengan bulan
sebaik pluto yang rela jabatannya dicopot
namun dasar manusia
mengunci hati rapat-rapat akibatnya malah berontak
benteng pertahanan runtuh, jendral.
tidak bisa lagi pura-pura dalam perahunya kura-kura
ini benar-benar suka
semua tampak samar
seperti lupa memakai kacamata
dalam samar ini, muncul secercah rasa
rasa yang engga ada dalam buta atau nyata
hanya ada di dalam samar.
gue menikmatinya. para pecundangpun ada di blok yang sama
dalam samar, tanpa harus ada deklarasi cinta, dia milik gue
tapi sekarang...
mata ini dipaksa memakai alat bantu penglihatan
semuanya nampak jelas. sangat jelas dan nyata
sangat nyata hingga bukan hanya mata ini yang harus rela
namun ujung kepala sampai ujung kaki semua
bahwa sudah saatnya mata ini melihat dunia
yang isinya bukan hanya paras dan seluruh tentangnya
mata ini kini beristirahat
dari samar yang menjelma hampir selamanya
selamat datang, serdadu ciut nyali
semoga berhasil di medan yang kali ini
atau pergi saja ke jawa bila tak ingin lagi di medan
Monday, July 26, 2010
Monday, June 28, 2010
seperti berkendara di hari lebaran
08.00 WIB
yang terjadi... terjadilah
begitu ucap hati ini berkali-kali sebelum kaki melangkah
28 juni 2010
hari senin
hari deg-degan sedunia
dunia gue.
sidang skripsi, begitu namanya.
bukan tanpa persiapan, bukan tidak tahu medannya
raga ini terlalu siap, seperti penerjun payung yang dipersenjatai lengkap
ada altimeter, canopy, jumpsuit, gloves, dan banyak lagi.
siap terjun, kapten.
siap merasakan hentakan-hentakan dan semua bentuk kejutan yang diluar dugaan
60 menit.
biasanya bisa mendengar sekitar 13-15 lagu berdurasi sekitar 4-5menit di iTunes
bisa juga nonton liputan gosip
bisa juga untuk ngobrol ke sesama esia supaya bayarnya cuma 1000
tapi kali ini berbeda
berdiri, duduk, presentasi, bermain dengan kata, membangun benteng pertahanan, berdoa supaya semua cepat selesai.
dan selesai.
SARJANA KOMUNIKASI (S.Si)
itu yang didapat setelah bertahun-tahun menuntut ilmu.
semua ditentukan dalam 60 menit.
sepadankah??
*angkat bahu, muka acuh, tak peduli. bodo amat. yang penting lulus.
semua berjalan sangat lancar
padahal tidak sedang di dalam jalur bebas hambatan
rasanya seperti berkendara sewaktu semua orang mudik lebaran
menyenangkan
melegakan
di hari yang sama, seorang wanita kelahiran 1956 merayakan hari jadinya
beliau dan dirgahayu nya
bocah kecil dan sarjana nya
kado terindah untuk masing-masing adalah keduanya saling memiliki, terikat oleh darah, dan dapat merayakan dua hari bahagia tersebut dengan orang-orang yang disayangi

SELAMAT SARJANA, DIT!
yang terjadi... terjadilah
begitu ucap hati ini berkali-kali sebelum kaki melangkah
28 juni 2010
hari senin
hari deg-degan sedunia
dunia gue.
sidang skripsi, begitu namanya.
bukan tanpa persiapan, bukan tidak tahu medannya
raga ini terlalu siap, seperti penerjun payung yang dipersenjatai lengkap
ada altimeter, canopy, jumpsuit, gloves, dan banyak lagi.
siap terjun, kapten.
siap merasakan hentakan-hentakan dan semua bentuk kejutan yang diluar dugaan
60 menit.
biasanya bisa mendengar sekitar 13-15 lagu berdurasi sekitar 4-5menit di iTunes
bisa juga nonton liputan gosip
bisa juga untuk ngobrol ke sesama esia supaya bayarnya cuma 1000
tapi kali ini berbeda
berdiri, duduk, presentasi, bermain dengan kata, membangun benteng pertahanan, berdoa supaya semua cepat selesai.
dan selesai.
SARJANA KOMUNIKASI (S.Si)
itu yang didapat setelah bertahun-tahun menuntut ilmu.
semua ditentukan dalam 60 menit.
sepadankah??
*angkat bahu, muka acuh, tak peduli. bodo amat. yang penting lulus.
semua berjalan sangat lancar
padahal tidak sedang di dalam jalur bebas hambatan
rasanya seperti berkendara sewaktu semua orang mudik lebaran
menyenangkan
melegakan
di hari yang sama, seorang wanita kelahiran 1956 merayakan hari jadinya
beliau dan dirgahayu nya
bocah kecil dan sarjana nya
kado terindah untuk masing-masing adalah keduanya saling memiliki, terikat oleh darah, dan dapat merayakan dua hari bahagia tersebut dengan orang-orang yang disayangi

SELAMAT ULANG TAHUN, MAMI.
SELAMAT SARJANA, DIT!
Monday, June 21, 2010
katanya mulai hilang
16.43 WIB
Jari-jari ini mulai kaku seperti cireng 500perak yang 2 hari didiamkan di atas meja
Tidak bergeming di atas papan berisi deret huruf dan beberapa angka serta simbol
Beberapa kali mecoba menari, namun gagal
Denting musik tak lagi seindah resital piano, tak lagi semerdu dawai harpa
Lagunya kini seragam
Seperti tiap Jum'at memakai batik dan Sabtu coklat-coklat ala siaga dan penggalang
Jati diri mulai kabur, identitas mulai samar
Katapun mulai hilang
Tolong kloning raga ini.
Jari-jari ini mulai kaku seperti cireng 500perak yang 2 hari didiamkan di atas meja
Tidak bergeming di atas papan berisi deret huruf dan beberapa angka serta simbol
Beberapa kali mecoba menari, namun gagal
Denting musik tak lagi seindah resital piano, tak lagi semerdu dawai harpa
Lagunya kini seragam
Seperti tiap Jum'at memakai batik dan Sabtu coklat-coklat ala siaga dan penggalang
Jati diri mulai kabur, identitas mulai samar
Katapun mulai hilang
Tolong kloning raga ini.
Tuesday, June 15, 2010
serupa tapi tak sama
10.18 WIB
Pagi ini hujan.
Saat yang tepat bagi jiwa-jiwa yang kosong
Jiwa-jiwa yang terluka dan meronta
Untuk berjalan.
Bermandikan tetesan luapan air kolam raksasa
Tidak akan ada yang sadar
Tidak akan ada yang tau
Dalam langkah jiwa yang sendu,
Sepasang mata teduh mengeluarkan tetesannya sendiri
Air bertemu air,
Sumber yang sama.. Mata..
Mata air.. Air mata
Pagi ini hujan.
Saat yang tepat bagi jiwa-jiwa yang kosong
Jiwa-jiwa yang terluka dan meronta
Untuk berjalan.
Bermandikan tetesan luapan air kolam raksasa
Tidak akan ada yang sadar
Tidak akan ada yang tau
Dalam langkah jiwa yang sendu,
Sepasang mata teduh mengeluarkan tetesannya sendiri
Air bertemu air,
Sumber yang sama.. Mata..
Mata air.. Air mata
kinetik menjadi listrik
01.50 WIB
Tanpa sensor tanpa seleksi
Gulungan ini masuk ke pori-pori kehidupan
Tidak ada pemberitahuan dari toa atau selebaran
Benar-benar menyelinap bagai bajing kecil
Perlahan namun pasti
Cobaan.
Begitulah gulungan tadi dinamakan
Entah siapa penemunya
Namun hati yakin ia ditakdirkan s'bagai ujian
Tuk melihat strategi tak-tik pertahanan
Apa yang mau dipertahankan?
Saat kinetik tak dikonversi menjadi listrik,
Bagaimana akal dapat tersetrum dan selanjutnya
memberikan aliran-aliran kekuatan serta ketabahan ?
Merunduklah. Menunduklah.
Simpuhkan keangkuhan kita semua.
Buang sejenak gelar mahadaya yang kita punya
Tekan tombol pause sebentar saja.
Menunda kisah selanjutnya demi hasil yang lebih sempurna
Lebih baik setidaknya.
Boleh tambahkan air mata
Boleh juga sisipkan isakan
Bebas.
Ini komunikasi antara Sang Pencipta dengan yang diciptakanNya
Perbincangan terdalam seorang manusia
Percakapan tanpa biaya sepeserpun
Gratis.
Sang Maha Pemilik Jiwa mempunyai 3 cara
Tiga jalan yang berbeda
Pertama,
Ia akan menjawab doa umatNya dengan mengabulkan apa yang diminta kepadaNya langsung saat itu juga, setelah doa dipanjatkan.
Kedua,
Ia akan tetap menjawab doa umatNya dengan tidak mengabulkan apa yang diminta, karena Ia Maha Tahu. Ia tidak akan memberikan sesuatu yang bisa menjerumuskan umatNya, namun Ia akan menggantikan permintaan tersebut dengan yang lebih sesuai, yang akan membawa kebaikan bagi yang meminta.
Ketiga,
Ia akan menjawab doa umatNya dengan menunggu saat yang tepat untuk mewujudkannya. Karena Ia lah yang paling mengerti arti kata ' Semua akan indah pada waktunya '
Selamat tidur, cobaan.
Tidak sabar tuk berjumpa di ronde selanjutnya
Dimana jiwa ini semakin membaja
Dan kau tak lebih dari secarik origami
Yang bisa disiasati sesuka raga ini beraksi
Selamat tidur.
Tanpa sensor tanpa seleksi
Gulungan ini masuk ke pori-pori kehidupan
Tidak ada pemberitahuan dari toa atau selebaran
Benar-benar menyelinap bagai bajing kecil
Perlahan namun pasti
Cobaan.
Begitulah gulungan tadi dinamakan
Entah siapa penemunya
Namun hati yakin ia ditakdirkan s'bagai ujian
Tuk melihat strategi tak-tik pertahanan
Apa yang mau dipertahankan?
Saat kinetik tak dikonversi menjadi listrik,
Bagaimana akal dapat tersetrum dan selanjutnya
memberikan aliran-aliran kekuatan serta ketabahan ?
Merunduklah. Menunduklah.
Simpuhkan keangkuhan kita semua.
Buang sejenak gelar mahadaya yang kita punya
Tekan tombol pause sebentar saja.
Menunda kisah selanjutnya demi hasil yang lebih sempurna
Lebih baik setidaknya.
Boleh tambahkan air mata
Boleh juga sisipkan isakan
Bebas.
Ini komunikasi antara Sang Pencipta dengan yang diciptakanNya
Perbincangan terdalam seorang manusia
Percakapan tanpa biaya sepeserpun
Gratis.
Sang Maha Pemilik Jiwa mempunyai 3 cara
Tiga jalan yang berbeda
Pertama,
Ia akan menjawab doa umatNya dengan mengabulkan apa yang diminta kepadaNya langsung saat itu juga, setelah doa dipanjatkan.
Kedua,
Ia akan tetap menjawab doa umatNya dengan tidak mengabulkan apa yang diminta, karena Ia Maha Tahu. Ia tidak akan memberikan sesuatu yang bisa menjerumuskan umatNya, namun Ia akan menggantikan permintaan tersebut dengan yang lebih sesuai, yang akan membawa kebaikan bagi yang meminta.
Ketiga,
Ia akan menjawab doa umatNya dengan menunggu saat yang tepat untuk mewujudkannya. Karena Ia lah yang paling mengerti arti kata ' Semua akan indah pada waktunya '
Selamat tidur, cobaan.
Tidak sabar tuk berjumpa di ronde selanjutnya
Dimana jiwa ini semakin membaja
Dan kau tak lebih dari secarik origami
Yang bisa disiasati sesuka raga ini beraksi
Selamat tidur.
Sunday, June 13, 2010
terjemahkan untuk mendapatkan hasil maksimal
10.20WIB
Percayakan pada suara yang tidak didengar oleh telinga
Coba diam sejenak.
Tidak usah beranjak ke ruang kedap
Cukup konsentrasi, dan sedikit adegan tambahan,
menutup pelupuk-pelupuk kecil. Berikan mereka cuti sekejap.
Biar gelap mendramatisir apa yang akan dibisikkan.
Tidak butuh ketik reg spasi paranormal a b c
Tidak perlu buka-buka kartu yang ditafsirkan macam-macam
Hanya beberapa menit saja
Ajaklah organ penghasil empedu ini berbicara
Bukan hilang akal, atau mengilang-hilangkan akal
Namun organ ini bisa menjadi kamus kehidupan terlengkap
Menyimpan misteri dan hal yang terselip dari kehidupan
Mengapa hati berada disebelah KANAN?
Bukan karena tanpa alasan.
Dengarkan apa katanya.
Karena itu selalu benar.
'Listen to your heart, cause it's always RIGHT '
Percayakan pada suara yang tidak didengar oleh telinga
Coba diam sejenak.
Tidak usah beranjak ke ruang kedap
Cukup konsentrasi, dan sedikit adegan tambahan,
menutup pelupuk-pelupuk kecil. Berikan mereka cuti sekejap.
Biar gelap mendramatisir apa yang akan dibisikkan.
Tidak butuh ketik reg spasi paranormal a b c
Tidak perlu buka-buka kartu yang ditafsirkan macam-macam
Hanya beberapa menit saja
Ajaklah organ penghasil empedu ini berbicara
Bukan hilang akal, atau mengilang-hilangkan akal
Namun organ ini bisa menjadi kamus kehidupan terlengkap
Menyimpan misteri dan hal yang terselip dari kehidupan
Mengapa hati berada disebelah KANAN?
Bukan karena tanpa alasan.
Dengarkan apa katanya.
Karena itu selalu benar.
'Listen to your heart, cause it's always RIGHT '
Saturday, June 12, 2010
selamat pagi, minggu
10.21 WIB
Apa yang istimewa dari hari minggu di saat pagi?
Semua ritual nampak statis. Sama saja.
Adzan subuh, matahari diketuk perlahan. Dibangunkan dari tidurnya.
Muncul dengan malu-malu. Keluar dari peraduannya. Perlahan.
Mulai meninggi, hingga akhirnya resmi dikatakan Minggu Pagi.
Pagi yang tepat untuk memutar kepala, bukan berolah raga,
Namun melihat apa yang dilakukan (dan yang belum sempat dilakukan) oleh kita selama satu minggu.
Lalu apa yang berbeda?
Nyaris tidak ada.
Tapi ada.
Setiap hari Minggu, umur kita bertambah 7 poin.
Bertambah 7 hari bila tidak salah hitung.
Minggu mendewasakan kita.
Minggu akan membawa kita pada Senin, Selasa, dan karib-karibnya,
hingga akhirnya bertemu lagi dengan Minggu yang selanjutnya.
Minggu menuntun kita.
Mendekatkan kita pada yang terlupa di Rabu, Kamis, dan sisa-sisanya,
hingga kita tahu bahwa Minggu yang membuat kita merasa dipeluk secara hologram.
Minggu adalah Minggu.
Hari terakhir dalam susunan tanggalan pada umumnya.
Identik dengan warna merah.
Atau setidaknya dia berbeda dari sederet angka di blok-blok hari lainnya.
Banyak yang iri.
Banyak yang ingin menjadi beda seperti Minggu.
Hingga akhirnya, muncul lah hari-hari yang jiwanya iri ini dengan warna seperti Minggu
Mengapa harus iri?
Karena Minggu selalu ditunggu.
Karena Minggu adalah candu bagi mereka yang membiarkan dirinya dicandu oleh keadaan.
Selamat (wahai) Minggu !
Apa yang istimewa dari hari minggu di saat pagi?
Semua ritual nampak statis. Sama saja.
Adzan subuh, matahari diketuk perlahan. Dibangunkan dari tidurnya.
Muncul dengan malu-malu. Keluar dari peraduannya. Perlahan.
Mulai meninggi, hingga akhirnya resmi dikatakan Minggu Pagi.
Pagi yang tepat untuk memutar kepala, bukan berolah raga,
Namun melihat apa yang dilakukan (dan yang belum sempat dilakukan) oleh kita selama satu minggu.
Lalu apa yang berbeda?
Nyaris tidak ada.
Tapi ada.
Setiap hari Minggu, umur kita bertambah 7 poin.
Bertambah 7 hari bila tidak salah hitung.
Minggu mendewasakan kita.
Minggu akan membawa kita pada Senin, Selasa, dan karib-karibnya,
hingga akhirnya bertemu lagi dengan Minggu yang selanjutnya.
Minggu menuntun kita.
Mendekatkan kita pada yang terlupa di Rabu, Kamis, dan sisa-sisanya,
hingga kita tahu bahwa Minggu yang membuat kita merasa dipeluk secara hologram.
Minggu adalah Minggu.
Hari terakhir dalam susunan tanggalan pada umumnya.
Identik dengan warna merah.
Atau setidaknya dia berbeda dari sederet angka di blok-blok hari lainnya.
Banyak yang iri.
Banyak yang ingin menjadi beda seperti Minggu.
Hingga akhirnya, muncul lah hari-hari yang jiwanya iri ini dengan warna seperti Minggu
Mengapa harus iri?
Karena Minggu selalu ditunggu.
Karena Minggu adalah candu bagi mereka yang membiarkan dirinya dicandu oleh keadaan.
Selamat (wahai) Minggu !
Subscribe to:
Posts (Atom)